Posted in Note from me

Titik Hitam Itu

Kurungan dalam rindu,  kurungan dalam sendu.

Sukar, asing, hiba tangis dan pilu. 

Sesat aku di lembah hina. Teguh selamanya berdiri atas kayu yang rapuh. 

Buaian mimpi membuatkan aku terus berlari keriangan. Tangisan tanpa suara, bunyinya riang tapi seakan semalu di dalam hati. 

Kenapa masih mengikut angin ribut yang pasti bakal memukul badai? Kenapa masih girang walhal dirimu semakin jauh diceruk usang? 

Tali. Ya, tali yang bakal menyelimuti tubuh ku. Di ikat kuat di bawah pohon. Jangan terbiar di dalam karungan guni.  Pintalan itu sama ada membawa sesat atau sang benar. 

Gigil masih terus aku rasakan. Sejuk beku walau bawah pancaran panas matahari membara. Gelisah, resah terus menghujani diriku. 

Biar semua habis di makan hari. Namun berganjak tidak sekali. 

Tidak sekali-kali!!!

Advertisements

Author:

Hi, I'm Syida. Hanya blogger biasa dan suka menulis isi hati di sini. Tulis apa yang saya suka dan mahu berkongsi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s